Dia
Dia adalah kamu yang hingga kini masih selalu aku harapkan kehadirannya, tidak perlu nyata tapi setidaknya ada.
Dia adalah kamu yang sampai ini masih menjadi tempat aku menyandarkan rindu, tidak perlu kokoh tapi setidaknya mampu menyokongku.
Dia adalah kamu yang selalu mampu membuatku menunggu waktu yang selalu maju, arahnya tak pernah berbalik kembali ke masa-masa itu.
Ini selalu tentang dia yang masih meninggalkan tanda pada ingatanku yang sering datang tiba-tiba.
Ini selalu tentang dia yang masih menggoreskan luka yang selalu ingin aku sembuhkan.
Ini selalu tentang dia yang masih mewarnakan abu-abu pada tanya tentang hati dan rasanya.
Dia...
ku tuliskan ini untuknya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar